[Previous entry: "A text message from Singapore"] [Next entry: "Finally"]
11/26/2005: "The local news from Pos Kupang"
This a copy of local news that appeared in Pos Kupang on Nov 24. Basically it says that Lukas is going to get his surgery done in Singapore with the help of Singaporean doctors' team and their supporters in Singapore that have made these all possible. I don't have time to translate, but some of you may recognize that your names were mentioned in the news. Thank y'all for helping Lukas and please continue to inundate the heaven with your prayers. ![]()
drt
Gondok Lukas dioperasi di Singapura
Waingapu, PK
Gondok seberat 2,5 kg yang diderita Lukas Ndaku Mbira (13), lelaki Kelahiran Sumba Timur (Sumtim) selama 13 tahun sejak masih dalam kandungan ibunya dioperasi di Singapura. Lukas telah berangkat ke Singapura hari Kamis (10/11), diantar Pdt. Andreas Hani dan Pdt. Lukas Lau. Rencananya, Lukas akan dioperasi hari Jumat (25/11).
Gondok Lukas dioperasi di Singapura
Waingapu, PK
Gondok seberat 2,5 kg yang diderita Lukas Ndaku Mbira (13), lelaki Kelahiran Sumba Timur (Sumtim) selama 13 tahun sejak masih dalam kandungan ibunya dioperasi di Singapura. Lukas telah berangkat ke Singapura hari Kamis (10/11), diantar Pdt. Andreas Hani dan Pdt. Lukas Lau. Rencananya, Lukas akan dioperasi hari Jumat (25/11).
Dokter Dany Christian, yang merawat Lukas sebelum diberangkatkan ke Singapura, ketika dihubungi Pos Kupang, Sabtu (19/11), mengatakan, Lukas mestinya bisa dioperasi lebih cepat. Namun, dari hasil pemeriksaan, berat badan Lukas menurun dan kadar darah atau hemoglobin masih kurang baik. Lukas juga mengalami pembengkakan hati sehingga pengoperasi Lukas masih menunggu kesembuhan penyakitnya itu.
"Rencananya, Lukas dioperasi lebih cepat tapi masih ada kendala medis sehingga ditunda, Jumat (25/11). Operasi itu dipimpin dr. Gooh yang pernah datang ke Sumba saat melakukan pengobatan gratis melalui bakti sosial di Gereja Bethel bekerja sama dengan Gereja Singapura, New Beginning Church selama dua hari, sejak Jumat-Sabtu (27-28/5) di Gereja Bethel," kata dr. Dany.
Dikatakannya, sesuai hasil scan, gondok Lukas terus membesar dan menarik tulang leher Lukas, sehingga jika tidak dioperasi cepat akan sangat berbahaya. "Kita bersyukur, dokter Singapura tengah berusaha menaikan berat badan dan melakukan pengobatan lain untuk dapat mengoperasi Lukas. Kita berdoa agar operasi itu berhasil dengan baik," kata dr. Dany.
Diakuinya, operasi besar terhadap penderita gondok seperti Lukas membutuhkan anggaran yang besar. Sementara bantuan yang masuk belum mencukupi. Namun, pihak dokter Singapura tetap melakukan operasi sambil mencari tambahan donatur.
"Biaya yang dibutuhkan mencapai Rp 500-an juta. Meskipun biaya belum mencukupi, para dokter Singapura berusaha untuk melakukan operasi sambil berusaha mencari donatur," ujarnya.
Dany juga berharap agar Lukas dapat sembuh dan tidak menanggung berat gondok yang menguras habis dagingnya. "Kita berdoa agar Lukas sembuh dan dapat menikmati hidup yang wajar serta dapat menikmati pendidikan dengan baik," katanya.
Pdt. Andreas menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang menolong Lukas, yakni ahli computer Naza asal NTT, Aris Tanone, Mr. Terry Sanders, Rev Keith R Cook dari All Saint Lutheran Church, Mr. Dan Harper, Dr. Gus Petrusz dan Ms. Sally Baldwin dari St. Achew Lutheran Church, Amerika Serikat (AS), serta Ny. Martha Besy dari Kupang dan pihak-pihak lain yang menolong Lukas. (iva)
