Kumpulan Terjemahan

PUISI, CERITERA, DAN ARTIKEL BERBAHASA TIONGHUA

Aris Tanone

   
   

   
 
 
 
 
 

Dao De Jing 

 
  Ada yang mengatakan bahwa sejak dinasti Han (206SM - 24M) hingga kini ada sekitar 282 text Dao De Jing yang beredar. Dengan berkembangnya teknik percetakan moderen, sekarang ada sekitar 1600 - 1700 buku yang  menguraikan Dao De Jing. Tidak disebutkan apakah itu sudah termasuk berbagai cetakan berbahasa asing.

Salah satu hal yang menarik hati saya adalah kesedehanaan kata-kata yang dipakai dalam setiap bab Dao De Jing, namun mengandung arti yang begitu mendalam. Kita bisa saja menterjemahkan kedalam bahasa Indonesia dengan uraian yang lebih panjang, namun bentuk sederhana dalam bahasa aslinya terus menjadi hilang. Makanya sebisa mungkin saya mempertahankan jumlah kata yang sama dalam setiap bab dalam terjemahan saya. Sesudah itu, meniru berbagai buku-buku mengenai Dao De Jing dalam bahasa Tionghua yang juga harus menterjemahkan kata-kata yang sangat padat ini ke dalam bahasa sehari-hari atau memberikan Tafsiran, saya juga memberikan catatan atau tafsiran di akhir setiap bab ini seperti yang bisa dilihat di bawah.

Memang sudah beredar berbagai terjemahan Dao dalam bahasa Indonesia. Namun sebagian besar terjemahan ini berbentuk tafsiran berdasarkan teks yang sudah diterjemahkan ke bahasa lain. Itulah perbedaan utama dengan terjemahan di sini yang ingin mempertahankan format asli sebisa mungkin dalam jumlah kata yang sama, ditambah dengan catatan kaki dan kalau diperlukan, saya sertakan Tafsiran. Saya sendiri bukan penganut atau pengikut Dao atau Taoism. Saya hanya tertarik dari segi keindahan bahasa asli dan kedalaman maknanya, dan berusaha untuk 'share' keindahan tersebut dengan teman-teman yang tidak dapat membaca teks dalam bahasa aslinya. Segala kesalahan tafsir adalah tanggung-jawab saya, dan saya akan berterima kasih apabila ada yang bisa memberi koreksi dan saran.

Karena kendala waktu, saya tidak akan terjemahkan menurut urutan yang ada. Mana yang saya bisa terjemahkan dahulu akan saya taruh di sini.

Selamat menikmati.

 

 
 
 
 
   

1. 道可道非常道

道可道非常道
名可名非常名
无名天地之始终
有名天地之母
故常无欲以观其妙
常有欲以观其徼
此两者同出而异名
同谓之玄
,玄之又玄
众妙之门

1. Dao Yang Terjabarkan Bukanlah Dao Abadi

 

Dao yang terjabarkan bukanlah Dao abadi

Nama yang ternamakan bukanlah nama abadi

Sunya, menamai asalnya langit dan bumi

Ada, menamai induk penjelma selaksa ciptaan

Makanya, senantiasa sunya agar mampu meresapi itu ketakjuban 

Senantiasa ada, agar mampu mengamati batasan penampilan

 

Kedua urusan ini muncul bersama namun berbeda nama

Keduanya bersama-sama disebut misteri

misteri di dalam misteri

pintu gerbang segala keajaiban.  

 

 

Tafsiran:

"Dao" tidak bisa dijabarkan. Dao yang bisa dijabarkan atau bisa diungkapkan dengan kata-kata bukanlah Dao abadi yang tak pernah berubah sepanjang masa.

"Nama" tidak bisa dinamakan. Kalau nama Dao ini bisa dinamakan atau dijelaskan dengan kata-kata, bukan lagi nama abadi yang tak pernah berubah sepanjang masa.

Nama belum ada sebelum penciptaan. Makanya "Sunya" atau "Tiada"  adalah asal muasal langit bumi dan segala isi alam semesta. Begitu terbentuk dalam dunia nyata, timbulah keberadaan, maka "Ada" disebut asal muasal terbentuknya selaksa benda.

Kalau kita dekati Dao dengan kekosongan atau tempatkan diri dalam "sunya" tanpa keinginan lain, kita bisa mengamati ketakjuban tiada tara Dao.

Kalau kita dekati Dao dengan keinginan atau tempatkan diri dalam "ada" kita hanya mampu mengamati batasan tak berhingga penampilan Dao.

"Sunya" atau penampilan internal Dao menampilkan unsur keesaan, kesunyaan Dao,  dan "Ada" atau penampilan eksternal berupa kehidupan, alam semesta, dsb-nya, tampaknya berbeda nama tetapi bersumber pada Dao, dan penuh rahasia yang mendalam. Pengakuan kita akan eksitensi yang bertolak-belakang penuh kerahasiaan yang mendalam ini, akan membawa kita kepada Dao, pintu gerbang menuju sumber segala aturan dan perubahan penuh misteri ini.

 

11 三十辐共一毂

 

三十辐共一毂,
当其无,有车之用。 

埏埴以为器,
当其无,有器之用。 

凿户牖以为室,
当其无,有室之用。 


有之以为利,
无之以为用。 

11 Tiga puluh ruji pada satu naf

Tiga puluh ruji
pada satu naf
karena kosong-nya
ada kereta punya guna

Aduk lempung bikin jadi bejana
karena kosong-nya
ada bejana punya guna

Babat pintu jendela bikin jadi kamar
karena kosong-nya
ada kamar punya guna

maka 
ada itu bikin jadi mudah
kosong itu bikin jadi guna

 

Tafsiran:

 

Tiga puluh* ruji kereta bertumpu pada satu naf
Bagian kosong naf itu membuat kereta bisa berfungsi

Mengaduk lempung buat membikin bejana
Bagian kosong bejana itu membuat bejana bisa berfungsi

Membolongi (dinding) buat pintu jendela bikin jadi kamar
Bagian kosong kamar itu membuat kamar bisa berfungsi

Maka,
Keberadaan** itu menyediakan kemudahan, tetapi
Kekosongan mereka yang membuatnya berfungsi.

 

*Angka 30 ini konon diambil dari jumlah hari dalam satu bulan.

**Keberadaan di sini maksudanya "keberadaan kereta" sebagai alat pengangkut, "keberadaan bejana tembikar" sebagai wadah penampung dan "keberadaan ruangan tertutup yang diberi pintu jendela agar bisa masuk keluar" sebagai kamar yang dapat ditempati. Kelihatan sekali Laozi sampai perlu mengambil tiga contoh dalam menggambarkan fungsi 'kosong' atau 'sunya'  dan keunikannya dalam dunia ini. Pada umumnya orang menganggap bahwa 'keberadaan sesuatu' atau 'adanya sesuatu' yang berperan dalam kehidupan. Tapi menurut Laozi, 'kekosongannya sesuatu' itulah yang sesungguhnya melengkapkan fungsi dan membuat keberadaan itu bermanfaat di dunia ini. Kalau kita mengikuti jalan pikiran ini maka hampir semua peralatan yang berguna bagi manusia memang bergantung kepada kekosongan yang disediakan. Untuk kereta maupun alat angkutan beroda, ruangan kosong tempat naf itu memberikan tempat tumpuan 'poros' yang bisa memutar roda dan membuat alat itu bisa berjalan dan memenuhi fungsinya sebagai alat pengangkut. Peralatan atau bejana keramik dibuat untuk menjadi wadah tempat menyimpan sesuatu. Tujuan itu tercapai karena ruangan kosong yang dilingkupi keramik itu. Setelah diberi pintu jendela, orang maupun udara bisa masuk keluar ke dalam rumah yang dibangun. Fungsi rumah tinggal itu tercapai karena ruang kosong dalam rumah itu. Kelihatan sekali kaitan bab tentang 'kosong' atau 'sunya' ini dengan konsep Dao.  Maha Dao tidak punya bentuk tak ada rupa, 'kosong', 'sunya', tetapi kekosongan itu yang melahirkan selaksa benda yang berguna. (07/20/05)

 

 

 

17. 太上

太上,不知有之,
其次,親而譽之,
其次,畏之,
其次,侮之。
信不足焉,
有不信焉。
悠兮其貴言。
功成事遂,
百姓皆謂:
「我自然」。 

17. Junjungan Luhur 

Junjungan luhur, tidak tahu ada dia 
Urutan berikut, akrab dan hormat dia
Urutan berikut, takut dia 
Urutan berikut, jijik dia 
Bila tidak cukup tulus
maka ada tidak percaya. 
Laku santai, Dia mahal kata
Kerjaan rampung urusan beres,
rakyat jelata pada bilang: 
kami layak begitu.


Tafsiran:

Bila pejabat luhur yang memimpin, 
rakyat tidak tahu keberadaan dia.
Urutan berikut
pejabat yang akrab dan dihormati rakyatnya.
Urutan berikut
pejabat yang ditakuti rakyat.
Urutan berikut, pejabat hina dimata rakyatnya.
Tidak ada ketulusan dari pejabat ini
Jadi rakyat pada tidak percaya.
Pejabat agung bertindak santai, tidak mengumbar kata perintah.
Jadi kerjaan rampung urusan beres pun tak ada yang tahu.
Rakyat jelata pada menganggap, selayaknya kami begitu.

Dalam mengaturi urusan dunia, seorang pejabat luhur mengacu pada konsep "tanpa laku" atau "wu wei", dalam pelaksanaan tidak bertumpu pada banyak aturan, rakyat jelata hidup aman tentram dan keberadaan penguasa ini tidak terasa sama sekali. Pejabat di tingkat berikutnya, menggunakan kearifan dan keadilan dalam memimpin, sehingga akrab dan dihormati rakyatnya. Perjabat di tingkat berikutnya memakai politik untuk memerintah, memakai hukum untuk mengungkungi rakyatnya, sehingga yang ada hanyalah ketakutan pada pejabat ini. Diurutan berikutnya pejabat hanya menggunakan kekuasaan untuk mengibuli rakyat, dengan berbagai akal tipu muslihat, merupakan pejabat hina di mata rakyat. Pejabat seperti ini tidak memiliki ketulusan sehingga tidak ada kepercayaan dari rakyat jelata. Pejabat luhur sebaliknya selalu santai tanpa laku, mengikuti aturan alam, tidak sembarang mengumbar perintah tetapi hasilnya selalu beres dan rakyat jelata pun tidak menyadari bahwa itu hasil tindakan penguasa, lalu menganggap semua itu memang selayaknya begitu. (9 Juli 05)

 

18. 大 道 废

大 道 废, 有 仁 义;
智 慧 出, 有 大 伪;
六 亲 不 和, 有 孝 慈;
国 家 昏 乱, 有 忠 臣

18. Maha Dao Lapuk

Maha Dao lapuk, ada bajik adil
cerdik bijak timbul, ada munafik besar.

Enam sanak tidak akur*, ada bhakti kasih
Tanah air** kacau balau, ada abdi setia.

 

*Enam sanak maksudnya ayah anak, kakak laki, adik laki, suami, istri.

**Guo=negara, jia=rumah, guojia artinya negara. Saya ganti menjadi tanah air untuk tetap mempertahankan jumlah huruf.

 

Tafsiran:

Sewaktu Maha Dao itu lapuk atau dicampakkan muncul urusan kebajikan
dan keadilan. Sewaktu dengan kecerdikan manusia mulai menata dunia, muncul berbagai kemunafikan besar. Sewaktu kehilangan keharmonisan
dalam rumah, muncul urusan kasih dan bhakti. Sewaktu negara
porak poranda, muncul persoalan pejabat setia.

Kalau dizaman keemasan dahulu kala semua mengikuti Dao tentu tidak
ada masalah ini. Jadi sebenarnya ini sisi pesimis dari kaca mata
Daoism, dimana sesuatu yang baik malah dianggap penyebab timbulnya
ketidakbaikan. Ada unsur anti kemajuan di sini. Yang baik tidak
selalu berarti baik dalam kacamata Dao. (4 Juli 05)

19. 绝圣弃智

绝圣弃智,
民利百倍;
绝仁弃义,
民复孝慈;
绝巧弃利,
盗贼无有;
此三者
以为文不足,
故令有所属:
见素抱朴,
少私寡欲。 

19 Tanggalkan Ilmu Buang Akal

Tanggal ilmu* buang akal
manfaat rakyat beratus kali
Tanggal bajik buang adil
rakyat pulih bhakti kasih
Tanggal cerdik buang untung
rampok curi tidak ada
Tiga unsur ini
tak cukup buat suratan laku
jadi perlu ada panutan lagi
pandang polos** rangkul bongkah***
kurang kemaruk hilang nafsu.

Terjemahan Bebas

Tanggalkanlah kesaktian ilmu dan akal manusia, manfaat rakyat beratus kali lipat
Tanggalkanlah kebajikan moral dan keadilan, rakyat kembali berbhakti mengembang kasih.
Tanggalkanlah segala kelicikan pencari untung, perampok dan pencuri bakal tidak ada,
Tiga unsur ini masih belum cukup untuk patokan pelaksanaan pemerintahan,
Maka butuh panutan lain.
Mengacu pada benang polos dan bongkahan kayu yang belum tersentuh,
Sifat kemaruk berkurang dan nafsu pun menghilang.

*kata 聖 Sheng4 banyak diterjemahkan sebagai orang Suci. Tetapi dalam konteks di sini, sheng4 maksudnya berilmu

**kata su4 artinya benang yang belum diwarnai, yang masih sederhana.

***kata pu2 ini artinya bongkahan kayu yang belum diukir, suatu simbol hakekat asli manusia. Gabungan kedua kata ini pu2 su4 artinya sederhana.

 

Tafsiran

Kesaktian ilmu dan akal manusia dipakai untuk mengatur negara. Tapi ini merusak aturan alamiah dan membebani rakyat. Makanya kalau keduanya dibuang, manfaat buat rakyat beratus kali lipat.

Kebajikan moral dan rasa keadilan dipakai untuk mendidik rakyat. Tapi pendidikan tentang kebajikan moral dan keadilan menunjukkan bahwa manusia itu amoral dan tak punya rasa keadilan. Ini suatu pertanda bahwa sesungguhnya perlu kembali ke sifat dasar mengikuti aturan alam karena rasa berbakti dan kasih sesama akan timbul lagi.

Terlalu bertumpu pada akal licik mencari keuntungan melulu akan menimbulkan sifat buruk pencuri dan perampok, makanya, tanpa kelicikan mencari keuntungan, pencuri dan perampok bakal tidak ada.

Tiga unsur ini belum cukup buat patokan pemerintahan, maka butuh panutan lain.

Bersifat polos berlakulah sederhana, segala nafsu serakah akan menghilang. (7/16/05)

 

32.道常无名


道常无名
,
,
虽小
天下莫能臣也.
侯王若能守之,
万物将自宾.
天地相合,
以降甘露
民莫之令而自均
.

始制有名,
名亦即有,
夫亦将知止
知止所以不殆
譬道之在天下
,
犹川谷之与江海.

32. Dao Abadi Tanpa Nama

Dao abadi tanpa Nama, 
bongkahan, 
walaupun kecil,
di dunia tiada yang sanggup menaklukkannya.
Raja bangsawan kalau sanggup bertumpu padanya,
selaksa benda bakal panutkan diri.
Langit Bumi saling bergabung,
lalu mencurahkan embun manis,
tak perlu sentuhan rakyat sudah merata sendiri.

Bermulanya penciptaan ada nama,
Begitu sudah ada nama,
Lalu harus tahu kapan berhenti.
Tahu berhenti maka bisa hindari bahaya.
Perbandingan fungsi Dao di kolong langit,
ibarat kali lembah pada sungai lautan.

Tafsiran:

Dao tidak berujud atau berbentuk dan selamanya tak bisa digambarkan. Secara singkat dibilang Dao yang abadi tak terjabarkan dan tak bernama. Dao itu selamanya polos dan sederhana, ibarat sebongkah kayu yang belum diukir. Namun walaupun kecil sehingga mudah terselubungi, di dunia tak ada yang bisa memandang remeh atau mengabaikannya. Para bangsawan dan raja kalau sanggup bertumpu pada Dao, segala ciptaan di muka bumi akan takluk memanutkan diri. Tenaga Yin dan Yang langit dan bumi bergabung, maka turunlah embun manis. Manusia tak perlu ikut campur tangan, sudah terbagi merata. Dao pun demikian. 

Dao menciptakan selaksa benda, dan begitu tercipta, selaksa benda pun mulai mempunyai nama. Sesudah punya nama, mulailah timbul berbagai pertentangan sehingga harus tahu kapan bisa berhenti. Kalau tahu kapan bisa berhenti, bisalah menghidari bahaya. Dao bagi manusia di kolong langit, ibarat anak sungai dalam lembah terhadap sungai dan lautan. Manusia akhirnya berpulang ke Dao, ibarat anak sungai dari berbagai lembah yang akhirnya berpulang ke sungai dan lautan.

 

33. 知人者智

知人者智
知自者明
胜人者有力
自胜者强
知足者富
强行者有志
不失其所者久
死而不忘者寿

33. Yang Tahu Orang, Pandai.

Yang tahu orang, pandai.
Yang tahu diri, cerah.
Yang memenangi orang, punya kuasa.
Yang memenangi diri, kuata.
Yang tahu batas, kaya.
Yang tekun melakoni, punya semangat.
Yang tidak hilang pijakan diri, langgeng.
Yang mati tapi tak terlupakan*, dirgahayu.

Tafsiran:

 

Mereka yang mengenal orang lain adalah orang pandai,
Mereka yang mengenal diri sendiri adalah orang bijak penuh pencerahan.
Mereka yang menguasai orang lain adalah orang berkuasa.
Mereka yang menguasai diri punya kekuatan sungguhan.
Mereka yang tahu batas sungguh kaya.
Mereka yang tekun melakoni Dao sepanjang masa memiliki semangat.
Mereka yang setia dan bertahan pada Dao bakal langgeng.
Badan manusia bisa mati tetapi Dao-nya tak terlupakan, berarti panjang usia. 
 

*untuk waktu yang lama, banyak teks menggunakan kata (wang2) = musnah, namun dari teks yang ditemukan dari kuburan kuno di  Mawang dui, disimpulkan bahwa dalam teks yang benar seharusnya kata  忘 (wang4) = lupa.
 

40. 反者道之动

反者道之动
弱者道之用
天下万物生于有
有生于无

 

40. Pembalikan Adalah Gerakan Dari Dao

Pembalikan adalah gerakan dari Dao
Kelembutan adalah penerapan dari Dao
Selaksa benda di dunia lahir dari Ada
Ada lahir dari Sunya.

Tafsiran:

Peredaran Dao adalah pengulangan kembali, yang bisa kita temukan di mana-mana dalam alam semesta. Tapi peredaran atau pengulangan ini juga mengandung unsur yang berlawan, seperti adanya gelap terang, tinggi rendah, besar kecil dsb.-nya, sehingga pengulangan kembali mengandung unsur pembalikan yang berlawanan arti. Sedangkan penerapan Dao penuh kelemah-lembutan misalnya seperti yang kita lihat dalam pertumbuhan alamiah  yang bisa kita amati di sekeliling kita misalnya lewat biji yang bertumbuh atau kuncup yang berkembang.) Dengan gerakan ini seluruh benda di kolong langit ini pun tercipta dan menjadi 'ada', sedangkan 'ada' lahir dari 'sunya'. 

71. 知不知

 

知不知上 不知知病
圣人不病 以其病病
夫唯病病 是以不病

Teks asli di atas berbeda dengan teks yang bisa dijumpai dalam buku-buku Dao De Jing yang mengacu pada teks Wang Bi atau He Shang Gong. Misalnya dalam teksnya John C.H. Wu atau berbagai teks yang ada di Internet. Saya mengacu pada teks dari 新译老子读本 余培林,ISBN 957-14-0731-3.

71. Tahu Tak Tahu


Tahu, tak tahu, atas.
Tak tahu, tahu, sakit.
Orang bijak tidak sakit,
karena tahu sakit sakit.
Karena tahu sakit sakit,
maka jadi tidak sakit. 


Tafsiran:

Mengerti bahwa kamu tak mengerti adalah suatu kebajikan,
Tidak menyadari bahwa kamu tak mengerti adalah suatu kecacatan.
Orang bijak tidak cacat, karena dia mengerti cacat itu suatu kecacatan.
Karena mengerti itu suatu kecacatan, dia bisa menghidari kecacatan itu.

   
 
       
       
 
       
   
 
   
   

 

   
   
[Home
   
 

Aris Tanone - 2004

   
You are visitor: since June 28, 2004.